Tursina, sebuah nama yang mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat Desa Turirejo, terutama yang bermukim di Dusun Simping. Tursina merupakan nama sebuah bukit yang diupayakan oleh pemerintah Desa Turirejo sebagai tujuan utama pariwisata desa.
Bukit yang berada di atas ketinggian 521 meter di atas permukaan air laut ini menawarkan pemandangan yang begitu eksotis. Pemandangan perkotaan di bagian bawah, perbukitan tempat pabrik-pabrik didirikan di desa seberang, hingga lintasan kereta api yang membentang dari selatan ke timur merupakan pemandangan yang menyambut sepanjang mata memandang.
Hamparan rerumputan yang cukup tinggi masih dapat ditemui oleh indera penglihatan apabila melihat jauh turun ke bagian bawah bukit. Sementara pepohonan jati dan mahoni yang kini hanya tersisa batangnya turut menyambut mata.
Di sisi atas bukit, terdapat sebuah meja bar yang biasa digunakan untuk melayani pembeli dengan makanan dan minuman. Otak-otak, gorengan, dan berbagai macam kopian dapat ditemui di sana.
Dua buah gazebo yang berdiri juga turut meramaikan bukit yang dikelola oleh kawasan administrasi Dusun Simping di bawah kepengurusan Bapak Rudy. Hamparan tebu dapat ditemui di sepanjang jalan masuk menuju bukit.
Tak lupa dengan papan tulisan bertulisan ‘Tursina’ di bagian atas yang menambah penekanan akan berdiri kokohnya objek wisata tersebut. Rencana optimalisasi dan pengembangan lebih lanjut hadir di kalangan petinggi desa.
Optimalisasi melalui revitalisasi bukit dengan pemasangan plang penunjuk jalan, penanaman bibit bunga, tempat sampah, hingga pagar bambu pun turut berusaha dilakukan. Perkembangan potensi wisata Bukit Tursina ini sangat dinantikan oleh banyak pihak.
Social Media Bukit Tursina: