Turirejo– Ketahanan pangan merupakan salah satu program dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir. Program ini juga turut hadir dalam kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) yang diinisiasi oleh Universitas Brawijaya (UB). Melalui program ini, upaya mengakhiri kelaparan, mencapai mutu makanan yang baik, serta akses terhadap pangan yang mudah bagi masyarakat luas berusaha untuk diwujudkan.
Salah satu program kerja dari Kelompok Tiga MMD UB 2025 adalah penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui revitalisasi greenhouse. Program kerja tersebut hadir sebagai tindak lanjut penyelesaian masalah mengenai proses perawatan dan produksi greenhouse Desa Turirejo yang belum optimal. Hal tersebut menyebabkan masyarakat tidak dapat menikmati hasil yang ada serta menghentikan penanaman melon di sana.
Di sisi lain, proses revitalisasi greenhouse ini juga berjalan beriringan dengan praktik pembuatan biopori dari limbah rumah tangga yang nantinya akan turut disosialisasikan kepada anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk nantinya menjadi bahan baku utama dalam proses revitalisasi greenhouse Desa Turirejo.
Kegiatan tersebut mulai berlangsung sejak Kamis, 3 Juli 2025 yang nantinya hasil dari praktik biopori serta penanaman ulang greenhouse akan mengalami pemantauan hingga tiga minggu ke depan. Tahapan pemantauan ini mencakup penyiraman pada bibit tanaman secara rutin setiap harinya serta pemantauan akan pertumbuhan tanaman setiap minggunya.
Program kerja revitalisasi greenhouse serta pengenalan media biopori ini mendapatkan dukungan penuh dari perangkat Desa Turirejo. Dukungan seperti lokasi hingga media tanam turut disediakan oleh pihak desa. Harapannya, dalam waktu satu bulan ke depan, pengelolaan biopori yang dihasilkan dapat menjadi bahan baku utama perawatan dalam rangka revitalisasi greenhouse Desa Turirejo, sehingga tujuan ketahanan pangan rumah tangga dapat diwujudkan melalui dua kegiatan tersebut.