Turirejo– Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak jarang ditemui di Desa Turirejo. Eksistensi mereka menjamur dalam berbagai bidang mulai dari makanan hingga percetakan. Namun, baru sedikit di antara mereka yang menerapkan pencatatan keuangan berbasis digital, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), maupun memiliki sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini telah banyak digunakan di mana-mana.
Sebagai upaya pemberdayaan pelaku UMKM Desa Turirejo, penyuluhan mengenai sistem pencatatan keuangan berbasis, pembuatan NIB, dan QRIS dilakukan oleh Kelompok Tiga Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2025. Penyuluhan ini meliputi tata cara penggunaan spreadsheet sebagai media pengelolaan keuangan berbasis digital yang mudah diakses.
Pendampingan pendaftaran NIB bagi pelaku UMKM Desa Turirejo juga turut dilakukan untuk menjamin perlindungan hukum bagi mereka. Di sisi lain, pengenalan dan pendampingan pembuatan QRIS dilakukan untuk mempermudah proses pencatatan dan transaksi pemasukan serta pengeluaran mereka.
Proses pendampingan dilakukan secara door-to-door untuk menjamin pemahaman pelaku UMKM mengenai pengoperasian sistem yang baru saja diperkenalkan kepada mereka. Besar harapannya agar penyuluhan mengenai ketiga hal tersebut dapat membantu pelaku UMKM Desa Turirejo menjadi lebih maju dan berdaya.