Turirejo– Program revitalisasi greenhouse untuk mewujudkan ketahanan pangan Desa Turirejo mengalami keberlanjutan. Revitalisasi greenhouse desa kembali dilakukan pada Rabu, 16 Juli lalu. Kegiatan yang dilakukan berkutat pada pembersihan greenhouse dari sisa tanaman lama. Proses pengolahan tanah untuk media tanam juga kembali dilakukan.
Penanaman beberapa jenis sayur seperti selada dan cabai pun turut dilakukan. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan banyaknya media tanam polybag yang tidak lagi berfungsi. Bekas-bekas sulur tanaman melon yang sempat ditanam di sana pun dibabat habis. Pembersihan besar-besaran tersebut dilakukan setelah izin dikantongi oleh Kelompok Tiga Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2025.
Proses pembersihan dan pengolahan media tanam dilakukan selama kurang lebih dua jam. Proses penyiraman tanaman, pemantauan bibit yang ditanam satu minggu sebelumnya, hingga pencabutan rerumputan liar juga tidak luput dari perhatian.
Revitalisasi greenhouse tahap kedua ini dilakukan berselang kurang lebih dua minggu lamanya dari tahapan revitalisasi yang pertama. Masih belum jelasnya perizinan mengenai pengelolaan greenhouse sempat menjadi tantangan dalam kelanjutan program revitalisasi ini. Ketika perizinan telah berhasil dikantongi melalui perangkat Desa Turirejo, keberlanjutan kegiatan revitalisasi pun dengan segera kembali dilakukan.
Tahap kedua ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian program kerja revitalisasi greenhouse yang dicanangkan oleh Kelompok Tiga MMD Desa Turirejo. Ke depannya, proses pengelolaan greenhouse serta perawatan bibit tanaman akan dilakukan oleh perangkat serta masyarakat Desa Turirejo.